Sastra

Jalan yang Tak Sama

T Triglobs Admin 13 May 2026 28 kali dilihat

Jalan yang Tak Sama


Aku mengenalmu

seperti hujan mengenal tanah—

datang perlahan,

lalu menetap terlalu dalam.


Tidak ada yang salah

dari caramu tersenyum,

atau dari bagaimana semesta

mempertemukan kita

di waktu yang tak terduga.


Yang rumit hanyalah…

jalan yang kita percaya.


Aku menyebut nama Tuhan

dengan cara yang berbeda darimu.

Kau genggam tangan dengan doa-doamu,

aku bersujud dengan keyakinanku.


Namun anehnya,

hati tidak pernah belajar

tentang perbedaan itu

sebelum jatuh cinta.


Kita tetap berbicara tentang masa depan,

tentang rumah kecil,

tentang pagi yang ingin dijalani bersama,

meski diam-diam tahu

ada tembok yang sulit dilewati oleh rasa.


Dan malam-malam mulai berubah

menjadi kumpulan pertanyaan.


Apakah cinta cukup

untuk menyatukan dua keyakinan?

Apakah rindu mampu

mengalahkan restu yang tak datang?


Aku melihat matamu

menyimpan lelah yang sama.

Sebab mencintai dalam perbedaan

bukan hanya tentang bertahan,

tetapi juga tentang belajar

bahwa tidak semua yang indah

ditakdirkan untuk memiliki.


Kadang aku egois.

memintamu tetap tinggal

meski dunia tak merestui.


Namun cinta yang dewasa

tidak selalu memaksa seseorang menetap.

Kadang ia memilih melepaskan,

agar tidak ada hati lain yang terluka.


Dan jika suatu hari

kita benar-benar berjalan ke arah berbeda,

aku ingin kau tahu:


aku pernah mencintaimu

dengan cara paling tulus

yang mampu dimiliki seseorang.


Meski pada akhirnya

,

kita hanyalah dua doa

yang tidak diaminkan

di langit yang sama.

Bagikan: WhatsApp